Program ini itu awalnya hadir pada tahun 2014 dan setiap tahunya terus
mengalami peningkatan. Di tahun 2020 kita dikejutkan dengan adanya corona
virus, karena hal itu permata sakti dilakukan secara online.
Nah sekarang masuk di ceritanya XD, pada suatu malam hiduplah kancil
saya lagi rebahan di Kasur, seperti anak rebahan lainya, cuman main game dan
sosmed. Tiba-tiba dosen saya nelpon, saya kagetlah, padahal sudah jam 10 lewat.
Kok nelpon, ada apa ini., mungkin ada nilaiku yang bermasalah?. Itu yang saya
pikirkan. Tapi ternyata dia beritahu kalau ada PROGRAM PERMATA-SAKTI. Yat, ini
ada program permata sakti, kalau mau ikut, silahkan beritahu Adit ( KETINGku)
saya tunggu sampai besok pagi. Auto bingunglah, ikut tidak, ikut, tidakk. Hmmmm.
Ahh gaskannn. Begitulah ceritanye, saya daftar.
Tapi setelah daftar itu tidak langsung lolos boy, harus di saring dulu
sama kampus. Agak deg deg sih cuman saya percaya sama diri sendiri, pasti lolos
:v. Beberapa hari berlalu, pengumuman sudah ada dan namaku ada dalam daftar
itu. Nah setelah lolos, ada beberapa diskusi dan pemberitahuan lewat zoom.
Disitu dijelaskan tentang permata sakti itu bagaimana dan disitu juga diberitahu
kalau ada uangnya, hehehe auto semangat lah.
Time skip ke beberapa hari setelah itu, kuliah pun dimulai. Tapi sebelum
kuliah ada sesi penyambutan dulu dari universitas yang di tuju. Ini saya
perlihatkan gambar penyambutan dari Universitas Sebelas November.
Keren cuk, walaupun online tapi feelnya dapat. Dan yang paling penting, tidak perlu capek capek berdiri, karena upacarnya
online, hahaha tapi jangan rebahan.
Nah setelah penyambutan, tibalah saat yang paling
ditunggu, yupp. Kuliah. Kuliah pertama itu dari UNS, mata kuliah penyimpanan
energi, dosen yang mengajar pak Prof. MUHAMMAD NIZAM, S.T, M.T, Ph.D. Dihari
berikutnya itu dari UNDIP, mata kuliah analisa pasar dan business intelligence,
dosen yang mengajar itu pak Ngatno, ibu bulan, ibu Naili, dan ibu Dina. Saat
itu, mata kuliah dari universitas asalku (UHO) itu belum mulai.
Pembelajaran terus dilakukan setiap minggu. Beberapa
minggu berlalu, kuliah di UHO juga sudah mulai, nah disaat kuliah di kampus asal
itu, banyak teman yang waktunya bertabrakan dengan universitas mitra atau
tujuan, tapi alhamdulillah bisa di atur agar tidak bertabrakan. Setelah kuliah
beberapa minggu, di ITB baru mulai kuliahnya. ITB memang yang paling terlambat
mulai dari ke empat universitas tapi ITB yang pertama selesai. Di ITB yang
mengajar itu ibu Ayu Purwarianti.
Hal yang paling saya ingat waktu kuliah itu, pas kuliah
di dalam mobil XD, mata kuliah di UNS. Setelah kuliah itu ada sesi absennya,
dimana absennya itu harus open cam dan di screenshot sama prof. Temanku yang
liat saya belajar dalam mobil auto tahan tawa hahaha, katanya kuliah dimanapun
dan kapanpun. Kalau di UNDIP dia pakai microsoft teams, jadi buat video call
kuliah dan uplod tugas itu sudah ada di teams. Kalau di ITB dia pakai Google
classroom, google meet, dan youtube. Jadi sistemnya itu ibu Ayu jelaskan dulu
pengantar materi, terus kita disuruh nonton video yang sudah di uplod di
classroom yang mana video itu berisi penjelasan dari dosen ITB di youtube. Setelah
nonton videonya kita balik lagi ke google meet untuk diskusi. Menurut saya, ini
yang paling enak sih. Soalnya kita bisa lihat penjelasan dosen berulang ulang.
Kalau masalah tugas, yang saya suka itu pas kerja
kelompok. Jadi kita disuruh buat video presentasi tentang batterai. Untuk siapkan
materinya itu, kami bagi tugas supaya cepat selesai. Nah tibalah saatnya kita
presentasi. Kita presentasinya itu bergantian setiap orang jelaskan satu slide
dan yang lucu itu logat kami beda-beda. Hehehe, soalnya ada yang dari sumatra,
jawa dan sulawesi. Kalau di UNDIP, kami buat kelompok belajara supaya materinya
lebih mudah dipahami dan enak buat diskusi masalah tugas. Kalau di ITB, setiap
selesai kuliah pasti ada kuis di google form.
UAS. Kalau UAS yang paling berkesan itu di ITB, soalnya
sistem UAS-nya itu pakai google meet yang mana kita diharuskan mengaktifkan
kamera dan melakukan share screen. Kita juga disuruh tulis yang intinya kek
gini “ kalau ketahuan berbuat curang, nilai auto E” brrr… ketat ei… mana soal
UASnya juga susahnya minta ampun XD. Tapi alhamdulillah dapat AB.
Ini saya perlihatkan hasil belajar dari PERMATA-SAKTI.
Thanks To :
1. Allah SWT
2. Ibu Tari
3. Nasir
4. Adit
5. Maya
6. Safar
7. Semua dosen UNS, ITB, dan UNDIP yang mengajar di
Program PERMATA-SAKTI
8. Pengurus PERMATA-SAKTI di UHO





🙏
BalasHapus