Pengalaman ikut program PERMATA-SAKTI 2020



    Bismillah. Di artikel ini saya cuman mau berbagi pengalaman mengenai PERMATA-SAKTI yang saya ikuti di tahun 2020. Sebelumnya saya jelaskan dulu apa itu permata sakti.

  Program PERMATA-SAKTI adalah program pertukaran mahasiswa melalui kerjasama antara perguruan tinggi se-Indonesia. Dimana kita dapat mengambil 6 – 20 sks. Di program ini saya mengambil 8 sks yang terdiri dari 3 mata kuliah. Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Institut Teknologi Bandung.


    Program ini itu awalnya hadir pada tahun 2014 dan setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Di tahun 2020 kita dikejutkan dengan adanya corona virus, karena hal itu permata sakti dilakukan secara online.


    Nah sekarang masuk di ceritanya XD, pada suatu malam hiduplah kancil saya lagi rebahan di Kasur, seperti anak rebahan lainya, cuman main game dan sosmed. Tiba-tiba dosen saya nelpon, saya kagetlah, padahal sudah jam 10 lewat. Kok nelpon, ada apa ini., mungkin ada nilaiku yang bermasalah?. Itu yang saya pikirkan. Tapi ternyata dia beritahu kalau ada PROGRAM PERMATA-SAKTI. Yat, ini ada program permata sakti, kalau mau ikut, silahkan beritahu Adit ( KETINGku) saya tunggu sampai besok pagi. Auto bingunglah, ikut tidak, ikut, tidakk. Hmmmm. Ahh gaskannn. Begitulah ceritanye, saya daftar.


    Tapi setelah daftar itu tidak langsung lolos boy, harus di saring dulu sama kampus. Agak deg deg sih cuman saya percaya sama diri sendiri, pasti lolos :v. Beberapa hari berlalu, pengumuman sudah ada dan namaku ada dalam daftar itu. Nah setelah lolos, ada beberapa diskusi dan pemberitahuan lewat zoom. Disitu dijelaskan tentang permata sakti itu bagaimana dan disitu juga diberitahu kalau ada uangnya, hehehe auto semangat lah.


    Time skip ke beberapa hari setelah itu, kuliah pun dimulai. Tapi sebelum kuliah ada sesi penyambutan dulu dari universitas yang di tuju. Ini saya perlihatkan gambar penyambutan dari Universitas Sebelas November.




    Keren cuk, walaupun online tapi feelnya dapat. Dan yang paling penting, tidak perlu capek capek berdiri, karena upacarnya online, hahaha tapi jangan rebahan.


    Nah setelah penyambutan, tibalah saat yang paling ditunggu, yupp. Kuliah. Kuliah pertama itu dari UNS, mata kuliah penyimpanan energi, dosen yang mengajar pak Prof. MUHAMMAD NIZAM, S.T, M.T, Ph.D. Dihari berikutnya itu dari UNDIP, mata kuliah analisa pasar dan business intelligence, dosen yang mengajar itu pak Ngatno, ibu bulan, ibu Naili, dan ibu Dina. Saat itu, mata kuliah dari universitas asalku (UHO) itu belum mulai.


    Pembelajaran terus dilakukan setiap minggu. Beberapa minggu berlalu, kuliah di UHO juga sudah mulai, nah disaat kuliah di kampus asal itu, banyak teman yang waktunya bertabrakan dengan universitas mitra atau tujuan, tapi alhamdulillah bisa di atur agar tidak bertabrakan. Setelah kuliah beberapa minggu, di ITB baru mulai kuliahnya. ITB memang yang paling terlambat mulai dari ke empat universitas tapi ITB yang pertama selesai. Di ITB yang mengajar itu ibu Ayu Purwarianti.


    Hal yang paling saya ingat waktu kuliah itu, pas kuliah di dalam mobil XD, mata kuliah di UNS. Setelah kuliah itu ada sesi absennya, dimana absennya itu harus open cam dan di screenshot sama prof. Temanku yang liat saya belajar dalam mobil auto tahan tawa hahaha, katanya kuliah dimanapun dan kapanpun. Kalau di UNDIP dia pakai microsoft teams, jadi buat video call kuliah dan uplod tugas itu sudah ada di teams. Kalau di ITB dia pakai Google classroom, google meet, dan youtube. Jadi sistemnya itu ibu Ayu jelaskan dulu pengantar materi, terus kita disuruh nonton video yang sudah di uplod di classroom yang mana video itu berisi penjelasan dari dosen ITB di youtube. Setelah nonton videonya kita balik lagi ke google meet untuk diskusi. Menurut saya, ini yang paling enak sih. Soalnya kita bisa lihat penjelasan dosen berulang ulang.


    Kalau masalah tugas, yang saya suka itu pas kerja kelompok. Jadi kita disuruh buat video presentasi tentang batterai. Untuk siapkan materinya itu, kami bagi tugas supaya cepat selesai. Nah tibalah saatnya kita presentasi. Kita presentasinya itu bergantian setiap orang jelaskan satu slide dan yang lucu itu logat kami beda-beda. Hehehe, soalnya ada yang dari sumatra, jawa dan sulawesi. Kalau di UNDIP, kami buat kelompok belajara supaya materinya lebih mudah dipahami dan enak buat diskusi masalah tugas. Kalau di ITB, setiap selesai kuliah pasti ada kuis di google form.


    UAS. Kalau UAS yang paling berkesan itu di ITB, soalnya sistem UAS-nya itu pakai google meet yang mana kita diharuskan mengaktifkan kamera dan melakukan share screen. Kita juga disuruh tulis yang intinya kek gini “ kalau ketahuan berbuat curang, nilai auto E” brrr… ketat ei… mana soal UASnya juga susahnya minta ampun XD. Tapi alhamdulillah dapat AB.


Ini saya perlihatkan hasil belajar dari PERMATA-SAKTI.


                                                                        

    

   

     Hanya itu saja yang bisa saya ceritakan. Dan alhamdulillah melalui program ini, dua keinginan saya akhirnya terpenuhi. Padahal keinginan ini sudah hampir saya lupakan, tapi Allah tidak akan lupa, hanya saja akan dikabulkan dengan cara terbaik. Yup, keinginan saya itu waktu SMA mau belajar di ITB dan kalau kuliah mau ikut pertukaran mahasiswa. Seperti anak SMA pada umumnya cuman menghayal dan berdoa. Tapi akhirnya Terpenuhi.

Thanks To :

1. Allah SWT

2. Ibu Tari

3. Nasir

4. Adit

5. Maya

6. Safar

7. Semua dosen UNS, ITB, dan UNDIP yang mengajar di Program PERMATA-SAKTI

8. Pengurus PERMATA-SAKTI di UHO   



1 komentar:

Translate

Total Tayangan Halaman

Pages